Profil Pemain

Profil Marcos Alonso, Pemain Bek Asal Spanyol Kebanggaan The Blues

Profil Marcos Alonso

Bagi para penggemar berat klub Chelsea, nama Marcos Alonso bukanlah nama yang asing untuk didengar. Ia adalah bek andalan klub asal Inggris itu, yang dikenal karena teknik permainannya dan larinya yang gesit. Pencarian profil Marcos Alonso di internet pun kian meningkat, seiring dengan prestasinya yang semakin bagus.

Perjalanan Karir

Marcos Alonso Mendoza lahir pada tanggal 28 Desember 1990. Ia adalah bek asal Spanyol yang bermain di Liga Premier Inggris untuk klub Chelsea. Keunikan yang dimilikinya ialah Ia dapat bermain dalam berbagai posisi. Biasanya, ia ditunjuk pelatih sebagai pemain sayap, namun ia juga dapat bermain sebagai pemain serang yang handal.

Marcos dilahirkan di kota Madrid, Spanyol dan memiliki tinggi 188 cm atau 6 kaki 2 inci. Ia memulai karirnya pada tahun 1999 dengan bergabung bersama klub Real Madrid sebagai tim junior. Dalam profil Marcos Alonso yang disebar, Marcos bermain bersama tim junior Real Madrid sampai usianya 18 tahun.

Setelah itu, ia pun bergabung dengan tim senior Real Madrid B dari tahun 2008 sampai tahun 2010. Lepas dari Real Madrid, Marcos Alonso menandatangani kontrak selama tiga tahun bersama klub Bolton Wanderes. Di klub ini dia bermain sebanyak 35 kali dan mencetak gol sebanyak 5 kali.

Di klub inilah, namanya mulai terangkat ke media, sehingga membuat Marcos semakin banyak mendapatkan tawaran bermain dari klub besar lainnya. Bahkan, ia pun sampai menembus pasar internasional dan semakin menarik perhatian kritikus bola.

Di tahun 2013, Marcos kembali dipinang oleh klub besar lainnya yaitu Fiorentina. Fiorentina adalah klub asal Italia yang telah berdiri sejak tahun 1926. Ia menandatangani kontrak dengan Fiorentina selama tiga musim yakni dari 2013 – 2016. Dalam 48 pertandingan yang dilakoninya, Marcos telah mencetak gol sebanyak 4 kali.

Saat ini, ia masih bermain untuk Chelsea dan telah bertanding dalam 71 pertandingan dengan perolehan gol sebanyak 14 kali. Untuk mendatangkan Marcos Alonso ke timnya, Chelsea mengeluarkan dana sebesar £24 juta euro. Sebelum bermain untuk Chelsea, Marcos pernah dipinjamkan oleh manajemen Fiorentina ke klub Sunderland selama satu musim.

Hubungan Keluarga

Pemain berzodiak capricorn ini, terlahir dari keluarga pesepakbola. Ayahnya Marcos Alonso Penna adalah pesepak bola ternama yang juga bermain di Liga Spanyol. Sejak kecil, Marcos sangat meneladani ayahnya terutama dalam hal bermain bola.

Saat kecil, Marcos Alonso mendapatkan tawaran bergabung dalam akademi bola milik Atletico Madrid karena ayahnya pernah bermain di klub itu. Hal ini dilakukan, atas biaya jasa klub Atletico Madrid karena Marcos senior pernah bermain dengan klub tersebut. Ayahnya merupakan pemain Atletico Madrid era 80-an.

Namun, karena letaknya terlalu jauh dari rumah, Marcos senior pun melarang anaknya untuk bergabung di sana karena tidak ingin sekolahnya terganggu. Oleh sebab itu, Marcos pun bergabung bersama klub Real Madrid junior yang jaraknya lebih dekat dengan kediaman mereka.

Di klub tersebut, Marcos pun menerima banyak pengajaran dan perkembangan skill saat bermain bola. Karirnya pun kian menanjak sejak bergabung di klub ini. Hingga ia pun bergabung kedalam tim senior Real Madrid.

Bukan hanya sang ayah, kakeknya Marcos Alonso Imaz juga adalah pemain bola terkenal. Ia dijuluki sebagai Marquitos, saat bermain di lapangan bola. Marcos Alonso Imaz merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Real Madrid pada era 50-an.

Kehidupan Asmara

Marcos Alonso adalah salah satu sosok pemain yang sangat menjaga privasi kehidupannya. Semenjak karir sepak bolanya semakin menanjak, banyak paparazi yang mengincar kehidupan pribadi dari pemain sayap Chelsea ini. Termasuk, kisah asmaranya dengan sejumlah wanita.

Sejumlah model ternama pernah digosipkan menjalin hubungan dengan Marcos Alonso. Wajahnya yang tampan serta pesonanya yang kuat saat bermain, membuat model asal Paraguay Stephania Stegman jatuh hati padanya. Hubungan asmara pasangan ini mulai tercium media sejak tahun 2019 lalu.

Itulah tadi pembahasan singkat dari profil Marcos Alonso. Pemain asal Spanyol ini, memiliki perjalan karir yang cukup berliku. Wajahnya yang tampan, membuat ia dijuluki sebagai salah satu pemain bek tertampan di dunia.

Biografi N’Golo Kante: dari Pemulung Menjadi Pemain Berkelas Dunia!

Biografi N’Golo Kante

Sepak bola menjadi salah satu cabang olah raga yang paling banyak diminati di seluruh dunia dengan Eropa sebagai pusatnya. Ada banyak pemain hebat yang selama ini telah berkiprah di dunia banyak penghargaan, salah satunya N’Golo Kante. Tak jarang, biografi N’Golo Kante menjadi salah satu yang perlu diketahui.

N’Golo Kante merupakan salah satu pemain kelahiran Prancis dengan kedua orang tua yang merupakan imigran dari Mali. Kante lahir pada 29 Maret 1991 silam dan sudah mengalami masa kelam saat Ayahnya meninggal dunia ketika Kante masih berusia 11 tahun. Sejak itu, pemain ini mulai bekerja keras untuk hidupnya.

Masa Kecil Kante

Setelah kematian ayahnya, Kante harus berusaha untuk bekerja keras hari demi hari untuk menyelamatkan keluaganya. Kante lahir sebagai anak pertama dari pasangan bernama Mr. Late dan Mrs. Kante. Saat kecil, pria ini hidup di tempat kecil di wilayah Rueil Malmison, tempat padat penduduk di sekitar Paris.

Di usia yang masih belia, Kante sudah mulai bekerja sebagai pemulung mengumpulkan sampah-sampah yang bisa didaur ulang. Saat itu, Ia sadar pekerjaannya tidak bisa memenuhi kebutuhan dan mimpinya adalah bekerja keras supaya terbebas dari kemiskinan.

Hidup di keluarga yang miskin membuat Kante lebih sering bekerja keras daripada menonton pertandingan sepak bola. Ketertarikan terhadap sepak bola mulai terjadi ketika banyak klub sepakbola muda mulai hadir di sekitarnya.

Mulai Tertarik pada Sepak Bola

World Cup 1998 diadakan di Prancis dan pada saat itu Kante masih menjadi seorang pemulung yang memunguti sampah. Turmnamen ini menjadi rejeki tersendiri karena ada lebih banyak sampah yang berhasil dikumpulkan ketika itu. Ia mengelilingi daerah sekitar tempat turnamen dan juga tempat-tempat penginapan untuk mengambil sampah.

Setelah World Cup pada saat itu, Kante mulai melihat ada kesempatan baru dimana keberlanjutan sepak bola berada pada imigran. Hal ini karena saat itu, kemenangan Prancis tidak terlepas dari beberapa pemain dari Afrika yang sudah bermigrasi.

Beberapa pemain yang menginspirasinya saat itu ialah Thierry Henry, Zinedine Zidane, Patrick Viera, hingga Lilian Thuram. Turnamen inilah yang membuat peraturan diperbolehkannya pemain imigran berpartisipasi untuk Prancis.

Awal Karir

Biografi N’Golo Kante tidak terlepas dari masa kecilnya saat pertama kali ikut klub sepak bola di JS Suresnes. Di akademi itu, Kante merupakan salah satu yang bertubuh kecil dan diragukan bisa bertahan selama 90 menit di lapangan.

Seiring berjalannya waktu, Kante mulai menunjukkan kemampuannya dan berhasil meraih beberapa trofi bersama akademinya. Setelah itu, Kante masuk ke dalam daftar pemain muda yang bisa berkontribusi dalam mengajar anak-anak lebih kecil. Itu menjadi titik dimana Kante mampu menghasilkan uang tambahan.

Level Profesional

Kante muda pertama kali bergabung dengan Boulogne pada 2010 hingga 2012 lalu pindah ke Caen di 2013. Pemain ini terus mengalami perpindahan hingga mulai dilirik pada saat berada di Leicister City pada tahun 2015. Secara mengejutkan, Kante berhasil membawa Leicister menjadi juara sekaligus menjadi pemain terbaik liga Inggris.

N’Golo Kante kemudian pindah ke salah satu raksasa Liga Inggris, The Blues Chelsea dan mampu menjuarai Liga Inggris. Pada tahun 2018, Prancis kemudian menjadikan Kante salah satu pemain Prancis yang akan berlaga di Piala Dunia 2018 di Russia.

2018 bisa dikatakan menjadi titik puncak dari karir pemain ini karena Kante berhasil membawa Prancis sebagai Juara Dunia! Biografi N’Golo Kante telah tersebar di berbagai penjuru dunia dan pemulung kecil dulu telah berhasil meraih mimpinya!

Profil Witan Sulaeman, Kisah Masa Kecil Hingga Perjalanan Karir Profesionalnya

Indonesia kembali memunculkan pemain muda berbakat yang mampu menerobos dunia sepak bola luar negeri. Seperti yang akan dibahas kali ini yakni seorang pemain bertalenta Witan Sulaeman. Seperti apa sosok Witan Sulaeman dan bagaimana kiprahnya dalam sepak bola? Semua akan diulas dalam rangkuman profil Witan Sulaeman berikut ini.

Kisah Masa Kecil Witan Sulaeman

Witan Sulaeman merupakan salah satu pemain muda yang berhasil masuk Liga Super Serbia. Dirinya lahir di Palu pada 8 Oktober 2001. Profil Witan Sulaeman yang sederhana, lahir dari  keluarganya yang juga sangat sederhana. Orang tuanya hanyalah seorang tukang sayur. Hobi Witan bermain bola awalnya hanya tersalurkan lewat permainan otodidak di kampungnya.

Namun mimpinya untuk menjadi pemain bola handal tak sampai disitu. Saat masuk ke bangku sekolah menengah pertama, dirinya memutuskan untuk masuk ke pelatihan yang lebih formal. Yakni dengan masuk ke sekolah sepak bola Galara Utama di Palu. Bersama dengan sekolah bola itu, Witan mulai diajak untuk mengikuti beberapa pertandingan local di beberapa tempat di tempat asalnya Palu.

Masa kecilnya yang cukup memprihatinkan membuat Witan berkeinginan mengangkat derajat orang tuanya. Hal ini dibuktikan dengan kegigihannya untuk bisa sukses lewat jalan bermain bola. Hingga suatu ketika dirinya nekad mengadu nasib ke Jakarta untuk mengikuti seleksi di sebuah club.

Meski berat dan mendapat penolakan dari keluarga karena tidak tega membiarkan anaknya pergi sendiri ke Jakarta, Witan tetap nekad. Dirinya yakin bisa sukses dan membuat orang tua bangga. Di Jakarta, Witan Sulaeman ikut seleksi dan diterima di Diklat Ragunan. Sebuah sekolah yang memang terkenal dengan tempat yang memunculkan bakat sepak bola legendaris. Seperti diantaranya Bambang Pamungkas.

Awal Perjalanan Karir Profesional Dimulai

Ketika masih menimba ilmu di Diklat Ragunan, Witan Sulaeman terpantau oleh pelatih Indra Sjafri kala itu.  Dirinya diberi kesempatan untuk bergabung dengan U-16. Karir Witan terus diasah hingga kembali dipercaya untuk bermain di Timnas U-19 dan U-20. Hingga membuat debut melawan timnas Brasil U-20. Karir professional Witan dimulai kala membela PSIM Yogyakarta. Witan tercatat sebagai pemain termuda kala itu.

Dirinya bermain pada putaran kedua tahun 2019. Ketika itu, PSIM Yogyakarta resmi mengumumkan bergabungnya Witan lewat akun resmi sosial media club. Klub asal Yogyakarta itu membeberkan jika mungkin rekruitmen ini akan berlangsung singkat. Hal ini dikarenakan Witan akan terbang ke Eropa untuk bermain di salah satu klub Eropa.

Pasalnya kala bermain di Liga 2, Witan masih berumur 17 tahun. Dan dirinya baru bisa bermain di Eropa saat usianya menginjak 18 tahun. Debutnya bersama club Laskar Mataram terjadi dalam laga melawan Persiba Balikpapan pada Kamis, 22 Agustus 2019.

Beberapa rumor terdengar jika Witan akan bermain di beberapa klub Polandia atau club di Belgia. Namun akhirnya Witan diumumkan secara resmi bergabung bersama klub FK Radnik Surdulica dan bermain di Liga Super Serbia. Dirinya dikontrak cukup panjang yakni 3,5 tahun. Bersama klub barunya, pemain yang mengidolakan Lionel Messi tersebut mengenakan nomor punggung 88.

Akhirnya Witan mendapatkan kesempatan untuk menjalani debut pertamanya bersama Radnik pada 14 Juni 2020. Dirinya masuk di menit 65 menggantikan Bogdan Stamenkovic. Namun sayangnya, dalam laga itu, Radnik kalah 2 : 4 atas Radnicki Nis.

Meski belum sepenuhnya moncer, namun nama Witan Sulaeman kini semakin berjaya. Bermain untuk klub luar negeri memang memberikan tantangan tersendiri untuk pemain muda tanah air. Pasalnya rasa grogi bercampur aduk dengan adaptasi Negara bukan hal yang enteng. Dari profil Witan Sulaeman bisa diliat betapa kegigihan dalam meraih sesuatu selalu mendapatkan jalan.